Powered by Blogger.
Showing posts with label puisi. Show all posts
Showing posts with label puisi. Show all posts

puisi romantis

C I N T A
Meski masa tak pernah terulang..
Meski takkan ada sebuah perjumpaan..
Tetapi waktu takkan usai..
Hati ku hanya ingin dirimu..
Meski sulit ku ungkapkan..
Namun hati ku dapat mengutarakan..
Meski hanya sekilas pandang..
Tapi tatap ku adalah kasih sayang..
Ku percaya suatu hari nanti cinta ini akan membuktikan kejujuran..
Yang akan selalu mengalir takkan terhenti..
Hingga detik terakhir ku CINTA..
TAK INGIN ADA LUKA
tuk merajut kasih asmara
khayal asa melambung….
tinggi ke angkasa
Namun sekejap semua itu sirna….
Sirna begitu saja
karna ku tak ingin ada luka didada
walau tlah ku coba
tegarkan rasa dijiwa
namun terkadan dihati tak kuasa menahanya
Biarkan hati ini berduka
asalkan tak ada yang terluka
biarkanlah bias-bias asmara
Pergi begitu saja
asalkan diri ini tetap selalu
bahagia
walau harus tanpa
adanya Cinta…..

puisi cinta untuk yg kalian sayangi

Rindu
Malam yang dingin
Sampaikan padanya betapa aku merindukannya
Sepoi angin malam
Bisiki ia betapa aku menyayanginya
Mimpi indah
Hadirlah dalam lelap tidurnya
kutitipkan salam betapa aku sangat merindukannya
semakin hari semakin kuat hati ini menanti kehadirannya

Rindu (II)
Cinta ……..
Tidakkah engkau tahu
Betapa sakit hati ini merindukanmu
Tidakkah engkau mengerti
Hati ini selalu menangis untukmu
Tidakkah engkau rasakan
Apa yang selalu aku rasakan
Meski engkau tak lagi mencintaiku
Meski engkau tak lagi menyayangiku
Tidakkah engkau rasakan lagi
Kesatuan batin seperti dulu
Oh cinta… aku sangat merindukanmu
Kehadiran orang ketiga
Cinta ……..
Tak kan hancur karena terpisahnya jarak
Tak kan habis termakan waktu
Tak kan pudar karena perbedaan
Tak kan binasa karena usia dan kekayaan
Tapi cinta …..
Jangan diharapkan keabadiaanya
Jangan diharapkan ketulusannya
Bila hadirnya orang ketiga telah diberi ruang
Bila hadirnya orang ketiga telah diberi hati
Cinta …
Bila itu memang harus terjadi
Ku tak kan segan pergi meninggalkan cinta
Bukan ku tak mau mempertahankan cinta
Bukan berarti ku kalah dalam cinta
Tapi cinta ….
Buat apa ku merengek mengemis cinta
Yang telah di berikan orang lain
Yang tak lagi tulus untuk ku
Yang semakin di paksa
Hanya akan menambah sakit
Tapi cinta ….
Buat apa ku mengharap belas kasihan
Karena cinta adalah ketulusan
Karena cinta bukan karena kasihan
Ah sudahlah……………..
Ah biarlah………
Semua telah berlalu……
Siapalah aku
Hanya seorang anak petani
Yang tak sanggup berikan dia apa-apa
Yang tak pantas dapatkan cinta
Sedang ia mampu berikan segalanya
Ternyata aku salah
Kalau cinta bisa di beli dengan kekayaan
Tidak cukup hanya dengan kesetiaan
Tidak cukup hanya dengan kejujuran
Apalagi hanya dengan ketulusan
Air mata
Jika aku adalah air mata
Aku ingin lahir dari mata indahmu
Hidup bahagia di lembutnya pipimu
Dan berakhir manis di bibir tipismu
Tapi jika engkau adalah air mata
Aku takkan pernah sekalipun menangis
Karena aku tak ingin kehilangan dirimu
Biarlah tetap indah di mataku

PUISI tentang indahnya alam

MEMANDANG ALAM

Memandang alam dari atas bukit
Sejauh pandang ku lepaskan
Sungai tampak berliku
Sawah hijau terbentang
Bagai permadani di kaki langit
Gunung menjulang
Berpayung awan
Oh indah pemandangan

ALAMKU

Kini
Jarang kulihat lagi
Aneka bunga warna warni
Kumbang dan kupu-kupu
Telah pergi
Mengapa alamku jadi begini
Taman indah telah berganti
Gedung gedung yg tinggi




KEBUNKU


Saat pagi hari
Ku buka tirai kamarku
Nampak hijau dan segar
Indah dipandang
Tapi kini
Telah berganti menjadi pondasi
Tiang . semen .besih telah menimbunmu
Oooh aandaikan  waktu dapat ku ulang
Pasti. Takkan kusia-sia

LINGKUNGANKU

Lingkunganku dahulu rindang
Anak anak sangat senang
Bermain di tanah lapang

Lingkunganku kini gersang
Pohon-pohon di tebang

Tak ada lagi burung terbang
Tak  ada lagi tanah lapang
Tempat anak anak bermain riang

SAWAHKU

Hijau nan permai padiku
Di mana-mana Nampak
Hijaunya padiku
Tapii

Semua menghilang
Dikarenakan era global
Di sana-sini kinih di timbun oleh tumpukan sampah

Mengapa ?
Mungkin itu semua
Karena. Keserakahan



GUNUNG

Kecantikanmu sungguh menawan
Kebesaranmu sangat memukau
Lambang dari kebesaran tuhan
Tapi mengapa. Sekarang.  jadi bebatuan ambruk

SUNGAI
Dahulu kala ketika
masih
Panjang aliranmu
Berliku-liku aliranmu
Indah di pandang
Orang tak pernah menganggap remeh
Tapi. mengapa
Engkau di jadikan tempat pembuangan limbah
Apa tujuan mereka
Padahal. Itu akan merugikan mereka
Apa mereka tak tahu
Betapa indahnya dirimu


HUTANKU

Rimbunnya dirimu
Makin di  pandang makin memikat
Ingin rasanya ku tunggu hingga ajal
Tapi banyak
Orang yg tidak bertanggung jawab
Hanya mencari harta
Menimbun kekayaan dgn cara
Menebang dirimu
Tanpa menghijaukanmu
Kembali


DESAKU

Desa yang indah permai
Di sini hutan
Di sanah gunung
Takkan ku melupakanmu
Meskipun saya pergi jauh
Takkan lupa
Dari kalbu
Desaku yg kucintai
Engkau
Kuhargai

HUJAN
Waktu hujan
Kulihat percikan air
Menetes-menetes
Kilat Guntur saling menyambar
Bersamaan dgn angin
Makin kau menetes makin kuMemandangimu

LAUT
Karya tuhan
Biru dipandang
Terdengar suara-suara
Orang bersenang senang denganmu


OMBAk

Menerpah lautan
Menerjang karang
Engkau menakutkan
Tapi terlalu menawan

KARANG

Keras badanmu
Kuat
tegar
Kokoh kerangkamu
Tak goyah
Meski
 diterpa berulang-ulang

RUMPUT

Engkau bagaikan rambut
Tumbuh sejajar
Berurutan
Indah di pandang
Hilangkan setres
Tapi
Kadang kau
Menjadi musuh kami
Memakan vitamin tumbuhan kami

AIR

Suaramu
Melantun di indraku
Gemercikan
Menghasilkan pelangi
Sumber kehidupan
Tampamu aku tak akan dapat bertahan